kami (hanya) butuh teladan!

Akhir-akhir ini saya bosan membaca surat kabar dan menonton televisi, apalagi yang menyangkut seputar dunia politik, sosial dan ekonomi. Berita-berita yang diulas sama saja. Korupsi si A, pencitraan semu si B, kenaikan harga barang-barang C, partai D berkonflik dengan partai E dan seterusnya. Bahkan pernah tanpa sengaja saya melihat satu televisi menayangkan berita yang sama dalam satu hari (meskipun di waktu yang berbeda). Melihat dan membaca berita-berita yang hampir semuanya mengabarkan tentang sesuatu yang ‘negatif’sungguh membuat hati dan pikiran lelah.

Akibatnya, bak mata uang, saya menerima sisi positif dan negatif tindakan tersebut. Sisi positifnya, batin dan hati saya menjadi lebih tenang. Tidak ‘kemrungsung’. Tapi sisi negatifnya, saya menjadi ‘ketinggalan’ berita áktual di negeri tercinta ini. Duh repot!😛

Kadang saya berpikir, mungkin permasalahan-permasalan yang sudah menumpuk di negeri ini bisa diatasi andai saja kita punya seorang teladan. Seorang pemimpin yang baik dalam arti sebenarnya. Bukan baik karena ingin menarik simpati rakyat untuk tujuan jangka pendek. Pemimpin yang rela menempatkan kepentingan banyak orang di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Apakah ini berarti saya menyalahkan pemimpin? Apakah berarti pemimpin selalu salah dan rakyat selalu benar? Intinya bukan itu yang saya maksud.

Menurut saya, merubah diri seorang pemimpin seharusnya lebih mudah daripada merubah rakyat. Pemimpin adalah individu sedangkan rakyat terdiri dari banyak orang yang heterogen. Mereka berbeda jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan lain sebagainya. Akan dibutuhkan waktu berapa lama untuk merubah rakyat Indonesia agar mereka bisa menjadi ‘rakyat baik’ sesuai dengan yang ‘diinginkan’ oleh pemimpin atau pemerintah?

Karena itu daripada sibuk menghimbau rakyat untuk berhemat pada waktu kenaikan harga BBM misalnya, tentu akan lebih manjur bila pemimpin langsung memberikan contoh dalam bentuk tindakan nyata. Tidak perlu gembar-gembor menyarankan tindakan-tindakan baik apa saja yang seharusnya dilakukan oleh rakyat. Pemimpin hanya perlu memulainya dari diri sendiri. Beri teladan – lakukan dengan konsisten – tunjukkan – baru bicarakan. Jangan dibalik.

Pemimpin harusnya tahu, betapa masyarakat Indonesia ini umumnya adalah masyarakat yang cepat terpengaruh. Lihat saja kenapa jejaring sosial, ponsel pintar, gaya K-pop dsb bisa dengan cepat merambat dan menjadi konsumsi. Begitu juga dengan gerakan-gerakan sosial semacam donasi dan berbagi. Seandainya rakyat melihat pemimpinnya memberi teladan yang baik, cepat atau lambat, saya yakin hal serupa juga akan ditiru. Orang bijak berkata: Practice what you preach.

Tidak akan adal lagi sakit hati seperti saat pemerintah melakukan kebijakan dengan menaikkan harga BBM, menyuruh rakyat berhemat, tapi di sisi lain pemimpin/pemerintah berfoya-foya dengan melakukan korupsi secara bebas tanpa hukuman maksimal dan sibuk wara-wiri ke luar negeri sekedar gengsi.

Saya bermimpi suatu hari Indonesia akan memiliki sang pemimpin teladan ini. Mungkin inilah yang dimaksud dengan sang ‘satrio piningit’ yang kehadirannya ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bukan sekedar pemimpin-pemimpin muda yang cuma omong doang. Betapa menyenangkannya jika memang betul-betul ada. Apakah mimpi saya hanya akan menjadi utopia?

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s