Go #SaveKBS

Beberapa hari lalu saya prihatin baca tweet dari mba @AlberthieneE tentang Kebun Binatang Surabaya (KBS). Di situ ada gambar seekor harimau Sumatra yang sangat menyedihkan. Namanya Melani. Kurus kering bagai tinggal tulang. Yaa Tuhaaaan. Baru sekali saya liat foto harimau sekurus itu. Harimau Sumatra, yang dikabarkan saat ini populasinya kurang dari 400 spesies. Hai!! Itu terjadi di kebun binatang. Di mana seharusnya binatang-binatang – meskipun terkurung – tetap dalam kondisi sejahtera makan dan kesehatannya.

melani #saveKBS

Dan sedihnya, ternyata bukan hanya Melani saja yang ‘menderita’ di KBS. Kicauan di twitter dari teman-teman/grup independen yang peduli KBS dengan hashtag #SaveKBS ramai menyebutkan kalau di sana banyak hewan sakit parah, beruang bengkak lehernya, monyet kena tumor, dan masih banyak lagi. Apa-apaan ini? Benarkah ini kondisi sebuah kebun binatang?

Dikabarkan KBS memang sedang ada masalah konflik manajemen atau entah apalah. Pegawai KBS tidak mendapat gaji, sampai ada posko untuk mereka di depan KBS. Tapi kenapa harus sampai binatangnya juga ikut menderita? Saya yakin manusia makhuk yang teramat pintar untuk bertahan hidup. Tapi binatang? Mereka tidak bisa bicara. Apalah yang bisa dilakukan seandainya mereka sedang didera kelaparan, tapi tidak ada pasokan makanan? Mungkin mereka bisa survive seandainya ada di alam bebas. Tapi ini di kandang yang luasnya terbatas, sendirian, tanpa cadangan makanan. Bisa apa mereka??

Saya bersyukur begitu isu tersebut beredar di twitter, dengan cepat semua orang beraksi dan bertindak. Beberapa akun seperti @ekanu99_, @tidvrberjalan, @welfariansby, @
@jaan_indonesia dan masih banyak lagi dengan sigap berkoordinasi, Tujuan mulianya satu: menyelamatkan hewan-hewan di KBS dengan jalan memberi makan satwa. Mereka mengorganisir aksi, mengumpulkan donasi, melakukan lobi.

Ah, seandainya saya di Surabaya, ingin rasanya bisa ikut bergabung bergerak bersama. Harimau adalah salah satu hewan kesukaan saya. Tapi paling tidak, meski tinggal di luar kota saya mencoba berkontribusi. Sebisa saya. Donasi, tulisan, retweet, doa. Apapun. Untuk satwa dan perjuangan semuanya.

Hari ini saya coba googling dengan kata kunci berita Kebun Binatang Surabaya. Saya kembali menangis menemukan berita yang ditulis oleh liputan6.com. Berikut link beritanya: http://news.liputan6.com/read/599264/harimau-kurus-kering-di-kebun-binatang-surabaya-disorot-australia.

Dari twitter, teman-teman di Surabaya mengabarkan kondisi terkini Melani: terkapar dengan muntahan di depannya. Aah.. semoga semua bisa bersatu-padu membantu satwa-satwa malang ini. Menyelesaikan konflik memang perlu dan harus tapi jangan sampai menelantarkan dan mengorbankan satwa.

Mungkin akan dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelamatkan satwa-satwa tak berdosa ini. Semoga semua kuat dan saling menyemangati. Buat teman-teman yang mau membantu silahkan cek timeline twitter beberapa akun yang sudah saya sebutkan di atas. Di sana ada informasi untuk koordinasi aksi dan donasi. Go #SaveKBS!

2 Comments

  1. Ada beribu alasan jika dipertanyakan kenapa KBS menjadi seperti sekarang. Sebagai public kita cuma bisa ikut sedih, prihatin, dan mendonorkan sumbangan. Worst, sebagai public untuk bisa terlibat langsung dalam pengelolaan didalamnya sangat jarang ditemui mbak’e. Banyak forum, komunitas, group atau apapun kelompok pencinta flora/fauna sedikit yg aku lihat sedikit atau bahkan kurang mampu berperan memberi sumbangsih “Sustainability”. Mari lihat secara ekonomis praktis, masyarakat Surabaya yg gak kalah gaya hidupnya dgn org di Jakarta harusnya lebih dominan and aktif dlm memecahkan krisis ini. Setidaknya, adakan event yg memang dapat mendonasikan sebanyak-banyaknya didalam KBS itu (entah konser musik, fashion show, bazzar, etc) jika krisisnya adalah financial management. Org Surabaya gak kalah trendy koq. Dari segi Pemerintahan, Surabaya udah jadi kota Metropolitan terbesar. Artinya Suku Dinas terkait sudah lebih maju. Knp gak masyarakat Surabaya dan Pemerintah Daerah yg turun tangan, koq harus bentuk TPS. Harusnya, Pemerintah daerah bisa bekerjasama dgn hypermarket (fruit store khususnya) & dunia usaha (pedagang daging khususnya) untuk bisa memasok pangan buat hewan-hewan di KBS. Kompensasinya, tentu buat dunia usaha dapat keringanan setoran pajak atau retribusi kepd pemerintahan atau ijin perluasan usaha. Simple!!! but, need more than hungry tigers death to think solution, a catastrophic.

    • sekarang temen-temen yg aku sebutin di atas lagi berjuang dan berusaha tiap hari ke KBS sambil bawa pasokan makanan. kasih makan langsung, karena kalo beri daging/uang ke pengelola KBS takutnya diambil sama mereka sendiri (seperti yang kemarin terjadi). semoga bisa terus kuat dan berlanjut. tiap hari cek timeline mereka & masih aktif bergerak. paling tidak, satwa-satwa itu gak terlalu kelaparan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s