Mudik, kembali ke tanah asal

Yeeayyy, akhirnya hari H yang ditunggu-tunggu tiba. Tanggal 3 Augustus. Waktunya mudiiiik. Senengnya.🙂

Setelah sekian lama enggak pulang kampung, akhirnya sekarang bisa pulang juga. Momentnya pas banget dengan lebaran, lagi hamil, dan emang udah kangeen banget sama keluarga besar dari pihak saya maupun suami. So, ga usah diperintah dua kali langsung ambil cuti seminggu. Ditambah cuti seminggu lebaran dari kantor, jadinya dua minggu. Puaass.

Udah kebayang nih, apa aja yang bakal ‘menyambut’ di Blitar, Pacitan sama Bojonegoro sana. Selain makanan terenak olahan dua ibu (ibu sendiri & ibu mertua), rencananya kita bakal ngurus surat-surat pindah. Demi si adek bayi, kita mau bikin KTP Jakarta. Habis selama ini saya masih ikut Kartu Keluarga ibu di Blitar. Begitu juga suami masih ikut dengan KK ibu di Bojonegoro. Semoga cepet selesai deh.

Psst..saya udah punya daftar makanan nih buat di kampung: menjeng/mendhol, pepes peda kelapa muda, nasi pecel, bakso, sambel dan sayur, ketupat, jajan pasar dan masih panjang lagi daftarnya. Hehe dasar tukang makan. Beberapa makanan tersebut emang ‘ga istimewa’, dalam artian di Jakarta juga ada. Tapii..rasanya tuh bedaa banget. Nanti saya kabari di postingan berikutnya yah. Selamat mudik dan Happy Eid Mubarak ^^

 

 

2 Comments

  1. Wui…banyaknya menu santapan lebaran yang RUAARRRR tidak biasa. Nanti dedek na jadi endut chubby-chubby…sehat-sehat…😀 Di Pacitan nya kapan mba’ kali-kali aja ketemuan…aku rencana mau ke Pantai Teleng Ria atau ke Tabuhan. C U Der

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s