The Hobbit – The Battle of The Five Armies

The Hobbit: The Battle of The Five Armies

The Hobbit: The Battle of The Five Armies, gambar diambil dari sini

Ini dia film pertama yg ditonton di tahun 2015.

Dari dulu inilah film yang ga pernah saya sama suami lewatkan buat ditonton. Pokoknya film garapan Peter Jackson yang diadaptasi dari novel J. R. R. Tolkien ini semua kita lahap. Mulai dari seri The Lord of The Rings: The Fellowship of the Ring (2001), The Two Towers (2002) dan The Return of the King (2003). Trus lanjut seri The Hobbit: An Unexpected Journey (2012), The Desolation of Smaug (2013), dan The Battle of the Five Armies (2014).

Masih inget banget saya waktu nonton The Hobbit: The Desolation of Smaug itu si baby Phoe masih piyik, masih umur 2 bulan. Dan karena saking kepengennya kita nongton, maka dengan sangat terpaksa kita ajak baby Phoe ke bioskop. Udah pasti saya deg-degan setengah mati. Takut baby Phoe rewel, nangis kenceng denger suara keras dsb. Tapi alhamdulillah, semua itu ga kejadian. Sebelum nonton, saya sama suami perjanjian dulu. Beli di kursi paling depan, biar kalo sewaktu2 baby Phoe nangis kita bisa langsung keluar. Plus juga beliin baby Phoe earmuff (pelindung telinga) buat bayi. Kita pikir, paling tidak ini bakal ngurangin suara kenceng yang masuk ke telinga dia. Dan akhirnya sepanjang film berlangsung dia tenang dengan mulut ga lepas dari PD saya.

Okeh, balik ke film the Hobbit: The Battle of The Five Armies. Jujur ini bukan review film ya. Saya cuma mau nulis aja tentang apa yang saya rasa dari film ini. Bercerita tentang kelanjutan perjalanan Bilbo Baggins, Thorin Oakenshield, dan para Kurcaci untuk merebut Erebor dari Dragon Smaug, film ini sukses bikin saya jatuh hati sama sosok Bilbo Baggins. Lucu, imut, cerdik tapi juga baik. Eh, kayaknya saya emang suka sama sesuatu yang lucu dan imut kali yah *lirik pak suami :p. Ceritanya bagus dan ilustrasinya kewreeeen. Kapan yah saya bisa gambar kayak gitu? *ngayal.

Kita nongkrong di kursi bioskop Gandaria City sampai film dan tulisan nama2 pendukung film itu abis bis ga bersisa (Btw itu namanya apa yah?) Orang2 yang ada di balik layar itu entah berapa jumlahnya. Pokoknya banyak banget. Wajar sih ya, soalnya kalo liat di making nya di youtube, Peter Jacksons emang niat banget kalo ngerjain film adaptasi novel itu. Duh, gimana rasanya jadi salah satu bagian film itu yah? Kalo misal boleh berandai2, saya pengen tuh jadi salah satu team make up artistnya. Padahal sendirinya make up aja ga bisa :p

Oya, di sini ada mas Orlando Bloom tuh. Jadi Legolas. Tapi buat saya sih, kegantengan tetaplah miliknya si Kurcaci Kili *wink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s