Posted in Bukan Sastra

Cerita Air mata

Air mata ini sedih.

Yang tak bisa terungkapkan dengan kata sulit apalagi sederhana.

Air mata ini cerita.

Yang tak bisa diungkapkan pada siapa.

Air mata ini pelampiasan.

Karena entah bagaimana harus dikeluarkan.

Air mata ini luka.

Namun entah kepada siapa.

Saat air dijerang di atas tungku perapian.

Tangan sibuk mengaduk adonan perlahan.

Bau wangi pandan dan gula merah memenuhi ruangan.

Dan satu dua tiga air mata turun berjatuhan.

Malam ini biarlah dia menjadi kawan, meringankan beban.

Semoga besok cerita air mata, sudah tertutup episodenya.

Jeruk purut, 26 Mei 2015, 11:46 

Posted in Daily Life

Food Processor atau Blender?

Saya lagi galau nih. Ceritanya mau beli peralatan dapur yang agak ‘canggih’. Iya, agak canggih. Secara dapur saya isinya cuma panci masak, panci kukus, piring, penanak nasi, sendok & garpu sama penggorengan. Kalo pun ada yang lumayan canggih itu adalah si HappyCall. Itupun dapet kado dari temen pas nikah dulu.

Nah, karena sekarang niatan masak udah lumayan besar, saya pengen banget beli peralatan penunjang lainnya. Inceran awal adalah blender atau food processor. Sampe di sini saya bingung. Mau beli yang mana ya? Blender apa food processor sekalian?

Continue reading “Food Processor atau Blender?”

Posted in Daily Life

Ojek Ooh-Jeek

Akhir-akhir ini kemacetan di Jakarta kayaknya makin parah aja yak. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah adanya pembangunan MRT, beberapa perbaikan jalan dan juga galian PDAM atau PLN. Jadi kalo jam berangkat dan pulang kerja, hmmm siap-siap aja bermacet-macet ria. Emang sih pada dasarnya Jakarta udah macet di jam-jam tersebut. Tapi kali ini lebih parah. Saya bahkan terpaksa harus jalan kaki dan bersaing sama motor dan mobil dari kantor di R.A. Kartini sampe rumah saya di Jeruk Purut. SELAMAT! Padahal biasanya saya naek angkot atau kali lagi kepepet naek taksi. Tapi macet kali ini bener-bener bikin kendaraan di TB Simatupang gak bisa gerak. Ampun dah!

Continue reading “Ojek Ooh-Jeek”

Posted in Foods

Pindang Kendil

Habis makan siang, ga ada angin ga ada ujan tetiba ingatan saya melayang ke makanan favorit waktu di kampung: pindang kendil.  Wauww. Sejak merantau ke Surabaya trus lanjut di Jakarta ini, saya belom pernah sekalipun ketemu sama makanan pindang kendil. Serius! Kalo ikan pindang sih di mana-mana banyak yang jual. Tapi khusus buat pindang kendil ini, kayaknya cuma ada di kota Blitar dan sekitarnya. Atau mungkin di kota-kota pesisir pantai. Saya kurang begitu tahu.

Continue reading “Pindang Kendil”

Posted in Traveling

Tips Beli Tiket Lebaran Kereta Api

Ih, gak kerasa udah Mei aja ya. Tinggal 2 bulan lagi udah ketemu Lebaran. Hayoo, udah pada siap-siap apaan buat menyambut lebaran? Baju baru? Kue? Angpau? Aah, itu mah gampil. Begitu THR turun, langsung bisa belanja kita *sombong. Kalo buat saya sih, yang pertama dan utama harus disiapkan adalah……*jeng-jeng-jeng………TIKET MUDIK! Iya, karena saya anak perantauan kakaaaakk.

Continue reading “Tips Beli Tiket Lebaran Kereta Api”