Tips Beli Tiket Lebaran Kereta Api

Foto dipinjam dari www.railpictures.net
Foto dipinjam dari www.railpictures.net

Ih, gak kerasa udah Mei aja ya. Tinggal 2 bulan lagi udah ketemu Lebaran. Hayoo, udah pada siap-siap apaan buat menyambut lebaran? Baju baru? Kue? Angpau? Aah, itu mah gampil. Begitu THR turun, langsung bisa belanja kita *sombong. Kalo buat saya sih, yang pertama dan utama harus disiapkan adalah……*jeng-jeng-jeng………TIKET MUDIK! Iya, karena saya anak perantauan kakaaaakk.

Selama ini moda transportasi yang paling nyaman buat keluarga kecil kami adalah kereta api. Kenapa? Karena selain harganya yang terjangkau, kebetulan stasiun di kota asal kami berdua jadi tempat pemberhentian si ular besi ini. Saya di Blitar dan suami di Bojonegoro. Bahkan kereta api eksekutif pun mampir di sini. Cihuyy. Perjalanan dari Jakarta ke dua kota asal kami tersebut rata-rata hampir sama, sekitar 12 – 14 jam an. W0w! Buat yang belum pernah naek pasti ngebayanginnya kok lama banget yaa. Jawaban jujurnya sih: Emang iya! Hehehe. Tappiii, karena jadwal berangkat keretanya adalah jam  17.45 dan sampai di tujuan sekitar jam 07.28, jadi praktis perjalanan lama itu ga terlalu berasa. Soalnya kita kayak alih tempat tidur aja di kereta.  Sayang di keretanya cuma ada kursi sih ya. Coba kalo kereta malam kayak gitu kursinya diganti aja sama kasur. Pasti bakal lebih asek. Hahahaha *ya kali itu mau lo, Des :p. Sebenarnya naek pesawat emang lebih cepet. Tapi harga tiketnya mahal bingit mak. Belom lagi kita masih harus naek bus/mobil buat nerusin perjalanan ke kota asal yang waktu tempuhnya bisa sekitar 3-5 jam an. Capcai, cyin.

Tapi serius, sekarang kereta api emang sudah banyak berbenah, loh. Armadanya udah tambah banyak, bersih, ga ada lagi pedagang yang menjajakan dagangan di kereta, semua kereta dari eksekutif sampai kereta ekonomi sudah dipasang AC, tidak ada tiket tanpa kursi dan masih ada beberapa peraturan dan kebijakan lain yang pada intinya ingin memudahkan dan semakin membuat nyaman penumpang. Buat kalian yang sering menggunakan jasa si hitam manis ini pasti tahu dan merasakan perubahannya. Salah satu yang cukup bagus adalah cara mereka mengurangi calo tiket kereta. Sekarang, PT KAI sudah memanfaatkan cara pembelian tiket via online dengan menggunakan data valid, seperti KTP. Data yang dimasukkan, harus sama dengan data yang nanti akan ditunjukkan ke petugas pemeriksa di stasiun. Jika dulu hanya mengandalkan pembelian secara manual di loket stasiun, sekarang pelanggan bisa membeli tiket kereta api dengan melalui website mereka di https://tiket.kereta-api.co.id dan mitra resminya di www.tiket.com, www.paditrain.com. Selain itu masih banyak lagi channel alternatif untuk membeli tiket kereta, seperti melalui payment point, kantor/minimarket, aplikasi blackberry dan juga android. Untuk lebih jelasnya, silahkan cek di website KAI ya.

Kalo buat saya pribadi sih, lebih seneng menggunakan website. Apalagi sekarang pembelian tiket kereta lebaran sudah bisa dilakukan 90 hari sebelum hari H. Laris? Sudah pasti! Bisa dipastikan, tiket lebaran yang dijual pada hari itu akan habis hanya dalam hitungan menit. Contohnya saja untuk lebaran tahun ini, KAI sudah membuka pembelian tiket lebaran di tanggal 8 April 2015 untuk keberangkatan tanggal 7 Juli 2015 atau H-10. Mulai dari tanggal itu saya sama pak suami sudah waspada, karena kita berencana pulang mudik tanggal 15 Juli (H-2).

IMG-20150424-WA002

KAI mulai buka penjualannya di jam 12 malem teng. Duh, udah macem cinderela aja pokoknya. Mau gak mau, tanggal 16 April saya sama suami harus ‘jaga lilin’ buat berebut tiket lebaran kereta api ini. Dan saya (si tukang molor ini) tertidur dengan sukses sodara-sodara *sungkem ke suami.  Jam 2 pagi kebangun dan pak suami udah tidur. Ditanyain soal tiket, dia bilang gagal. Ga bisa masuk websitenya sama sekali, error muluk, sampe akhirnya begitu berhasil masuk, ada keterangan tiket udah habis. Kokkk? Tidaaaak, aku mau pulaaangg. Udah kebayang lebaran taun kemarin kita ga mudik, dan akhirnya bengong di Jakarta, karena ga punya sodara😦  Makanya taun ini bertekad harus pulang dan dapet tiket mudik. Jadi, mari berjuang! Pak suami bilang sih, mending kita nunggu kereta tambahan aja buat pulangnya.

Strategi berikutnya adalah kita harus berjuang dulu dapetin tiket baliknya. Karena pak suami pergi ke luar kota, jadi saya sendirian yang harus berburu tiket. Seperti sebelumnya, kita masih mengandalkan website dan telp call center 121 -yang selalu sibuk dan gak pernah ada yang angkat – tapi tetep ditelpon juga. Kita buka dua web, punya KAI dan tiket.com. Error – ga bisa masuk – refresh – belom berhasil  – refresh – dalam antrian – refresh daaan…. BERHASIL! Seneng bangeeettt. Kita dapet kereta eksekutif Sembrani, Jakarta – Bojonegoro. Yayy! Sebodo amat tiket pulang belom ada, yang penting tiket balik udah dapet😀 *prinsip macam apa ini 

Tiket balik udah aman di tangan. Sekarang waktunya berjuang lagi untuk dapetin tiket mudik. Pak suami info kalo tanggal 11 Mei KAI bakal jual tiket kereta tambahan. Oke, sip! Jadilah kita begadang tadi malem demi si tiket tambahan ini. Beberapa kali nyoba, pak suami masih belom bisa masuk ke websitenya. Selalu infonya dalam antrian. Keselnya lagi di tiket.com kayaknya belom ke update data tiket tambahannya. Padahal udah direfresh berkali-kali. Telp call center? Tetep dooong. Akhirnya saya coba ambil alih. Caranya? Persis sama kayak cara bodoh yang saya pake dulu. Keep refresh the website all the time. Again, again, again, again sampe bosen, sampe dapet. Dan hasilnya? Taraaa…kita dapet tiket kereta tambahannya di tanggal 14 Juli. Maju sehari dari rencana semula sih. Ya gapapa lah ya. Libur lebih lama dong ya.

Dan bukannya sombong, tapi dipikir-pikir kayaknya saya emang lumayan beruntung deh kalo berurusan sama tiket kereta api. Sering dapetnya. Apa ini karena KAI tahu saya adalah pelanggan setianya dari jaman kuliah dulu ya? hihihihi *apeulah. Makanya di sini saya mau berbagi tips gimana beli tiket kereta api lebaran via website. Siapa tau berguna ya.

  • Siapkan data-data penumpang dulu. Tulis di notepad laptop/komputer. Jadi, sewaktu mengisi data kita tinggal copy-paste aja. Gak grasak-grusuk nyari KTP dan ngetik cepet2an macem dikejar setan. Trus apa aja sih datanya? Nama, nomor KTP/SIM/Passport, alamat rumah, alamat email, nomor telepon. Udah itu aja. Kalau pembelian pake kartu kredit, siapin juga jenis kartu kreditnya apa, expire date, sama kode keamanan (3 angka yang ada di belakang kartu kredit). Kalo di tiket.com, kita bisa pilih mau berapa kali cicilan.
  • Buka beberapa website sekaligus. Misalnya, tiket.kereta-api.co.id, tiket.com sama paditrain.com. Isi data tiket terlebih dulu (tanggal berangkat, stasiun asal, stasiun tujuan, jumlah penumpang dewasa dan bayi). Jadi nanti tinggal direfresh aja berkali-kali. Yang rajin ngerefreshnya ya. Ini koentji-nya. Tak lain tak bukan.
  • Telpon call center juga. Diangkat ga diangkat, pokoknya telp dulu. Ini juga buat nunjukin betapa kita sudah berusaha maksimal *sapa yang peduli ya. Eh jangan salah, kalo kata Paulo Coelho: “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it”. Syedaaapp *lagu lo, Des.
  • Berdoa. Manusia berusaha, Tuhan pula yang menentukan akhirnya.

Sampai berburu tiket lebaran taon depan yaaa.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s