Mengejar Cinta

picture: http://mobavatar.com/
picture: http://mobavatar.com/

Waktu masih gadis, untuk urusan cinta, saya pikir saya bukan seperti lazimnya gadis-gadis lain. Jika gadis lain suka ‘dikejar-kejar’ cowok, maka saya kebalikannya. Bagi saya dikejar cowok itu terlalu biasa. Tidak ada tantangannya. Sedangkan mengejar cowok itu lebih seruuu. Itu menurut saya ya. Soalnya (mungkin) menurut beberapa orang itu memalukan. Eh, bahkan untuk cowok yang saya kejar itu juga memalukan. Hahaha.

Jadi ceritanya, saya itu jarang banget jatuh cinta sama orang. Kalo diinget, dari sejak Sekolah Dasar (iyaaa, kamu nggak salah denger kok. Sekolah Dasar = SD), sampai sekarang, saya cuma suka sama hmmm sekitar 5 orang. Pokoknya kurang dari 10.

Di kelas 1 SMP, saya suka seorang cowok. Dan sepertinya dia juga suka saya (hahaha). Tapi ternyata, teman baik saya menyukainya. Walaah. Dan bagi saya pertemanan lebih penting dari segalanya. Maka demi prinsip itu, saya mundur teratur. Mulai menanamkan benih-benih tidak suka yang padahal tidak perlu. Karena bagaimanapun saya menyukainya, meski sembunyi-sembunyi dan memilih untuk berhenti.

Ada satu cowok lagi yang saya sukai dalam kurun waktu yang lumayan lama. Kejadiannya dimulai di kelas 1 SMP setelah kejadian dengan cowok pertama usai. Saya tidak pernah sekelas dengan dia. Hanya melihat sekilas di lapangan basket, melihat rambutnya yang lurus, senyumnya dan saya langsung jatuh cinta. Iya. Sesimpel itu!

Sejak itu saya langsung melancarkan jurus detektif andalan. Segala yang berhubungan dengannya saya mulai mencari tahu. Nama lengkapnya (ternyata hanya satu kata), hobinya, rumahnya dan bahkan siapa gadis yang disukainya.

Bagi saya waktu itu dia benar-benar bercahaya. Senyumnya adalah senyuman paling manis yang pernah saya lihat. Dan rambutnya, aduuh saya jatuh cinta dengan rambut itu. Hitam mengkilat, lurus dan jatuh. Sayang sampai lulus SMP saya tidak pernah bisa berteman dengannya.

Berlanjut ke SMA, ternyata saya masih menyukainya. Untung saya tinggal di kota kecil. Jadi teman-teman waktu SMP rata-rata juga adalah teman-teman SMA saya. Termasuk si cowok yang saya suka ini. Di SMA, saya mulai sedikit badung. Jika dulu hanya curi-curi pandang, sekarang saya lebih terang-terangan. Apalagi waktu kelas 2 dan 3 SMA. Hahaha, sampe teman-teman dan si cowok itu akhirnya tahu. Ampun!

Tapi herannya, saya gak pernah menargetkan buat jadian sama dia. Waktu si cowok itu suka sama gadis lain pun saya tenang-tenang aja. Nggak ada itu rasa cemburu atau iri. Eh, ini beneran jatuh cinta nggak sih? Tapi saya juga suka mikirin dia, kangen, dan sebagainya. Meski akhirnya kami bisa berteman dalam taraf yang biasa, kisah ini berakhir sampai di sini aja.

Selepas SMA, saya mulai kuliah. Disinilah saya mulai benar-benar pacaran. Bisa dibilang ini pacar pertama saya. Saat itu saya duduk di semester 3. Inipun juga awalnya nggak mudah. Saya dekat dengan seorang senior satu jurusan. Sering pergi bareng, ketawa-ketawa, nongkrong sampai malam dan saya merasa nyaman sama dia. Udah nganggep kayak abang sendiri. Sampai akhirnya terjadi salah paham dan berlanjut dengan pacaran. Siapa sangka? Dan hebatnya lagi hubungan kami tidak direstui orang tua saya. Lalu apa? Backstreet, pacaran sembunyi-sembunyi yang berlangsung sampai 5 tahun. Sampai kami dapat restu dan siap melangkah ke tahap pernikahan.

Kami berdua memang nekat. Entah apa yang membuat saya yakin pada pacar yang kini jadi suami saya itu. Sejauh saya mengenalnya, dia adalah orang baik, setia kawan meskipun selenge’an. Dia bukan pria berwajah paling tampan, tapi bagi saya dia cukup manis. Dia bukan pria tanpa cela, karena saya kadang terganggu dengan sifat perfeksionis dan keras kepalanya. Tapi kami (semoga) saling melengkapi. Sampai tua nanti. Aamiin.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s