Posted in Traveling

Wisata di Volendam

IMG-20151107-WA0046
pake busana tradisional Belanda

Melanjutkan Cerita dari Belanda, akhirnya saya maen ke Volendam dianter sama buddy saya yang orang Belanda asli. Horeee, kapan lagi bisa ke Belanda sambil jalan-jalan gratis. Saya beruntung banget punya temen yang siap nganter meskipun baru dua hari kenal. Coba kalo nggak, saya pasti harus ngabisin beberapa Euro buat beli tiket kereta atau bus buat jalan-jalan. Hehehe.

Continue reading “Wisata di Volendam”

Advertisements
Posted in Bukan Sastra

Sudah tumpah

air
Pixabay.com

Sudah tumpah semua,

semalam.

di atas padas kamar mandi,

mencoba sembunyi diantara kericik aliran air.

Sudah tumpah semua,

semalam.

di atas tilam kamar,

mengalir diam-diam membentuk gambar.

Yang kemarin, sudahlah.

Yang berlalu, biarkanlah.

Yang terjadi, terimalah.

Berpasrah dan berserah.

Sekarang waktunya.

Menata kembali langkah yang beda.

Mengumpulkan lagi asa yang ada.

Dan merapal berantai doa-doa.

 

4 Feb’16

 

 

 

 

 

Posted in My Thoughts

Etika di Toilet Umum

toilet.png
pic: pixabay.com

Saya nih paling suka kalo pergi ke mall dan toilet umumnya bersih, rapi dan wangi. Emang ada? Banyaaak. Apalagi mall-mall gede di Jakarta yang sasaran pasarnya tentu saja kelas menengah ke atas. Udahlah toiletnya gratis, bersih, rapi, wangi, mbak-mbak cleaning service nya pun baik-baik dan sigap. Jaman saya di Surabaya, masuk toilet itu bayar antara Rp. 500 – Rp. 1,000,-. Udah gitu toiletnya kotor, ada genangan air dan tisu bertebaran di mana-mana. Yeek!

Etapi apakah kebersihan toilet cuman tanggung jawab management mall dan mbak-mbak cleaning service? Menurut saya kok enggak ya. Harusnya pengunjung pun ikut menjaga kebersihan dan kerapihan toilet. Caranya? Banyak dong. Ini beberapa contohnya:

Continue reading “Etika di Toilet Umum”

Posted in Foods

Sambal, si pedas teman lauk dan sepiring nasi

cabe
pixabay.com

Sebelumnya saya mau bilang kalo ini bukan postingan berbayar ya. Nggak ada yang bayar saya buat nulis ini. Semuanya murni berdasarkan pengalaman saya aja.

Jadi ceritanya saya itu ibu, istri dan seorang pekerja kantoran yang selalu diburu-buru sama jadwal. Soal makanan anak sama suami sih pengennya macem ibu-ibu di instagram atau blog yang ┬árajin masak menu a, menu b, menu c dan sehat plus enyak pula. Tapiii apa daya. Kemampuan masak cuma ala kadarnya dan sering direcokin sama si bocah sebelum si mbaknya datang ke rumah. Jadi, kalo pagi dan kesiangan, mentok cuma bisa bikin goreng-gorengan (tempe tahu goreng, telur goreng, pindang goreng, ikan goreng, ayam goreng dan semua yang digoreng, oseng, oseng, oseng… eh, malah nyanyi :p)

Continue reading “Sambal, si pedas teman lauk dan sepiring nasi”