Oleh-oleh dari Belanda

untitled

 

Karena saya kerja di perusahaan Belanda, maka otomatis kebanyakan pekerja expatnya dari negeri Kincir Angin itu. Dan budaya oleh-oleh ternyata juga ada dalam darah mereka lo. Tiap kali balik dari Belanda ke Indonesia, mereka suka bawa oleh-oleh khas Belanda untuk beberapa teman Indonesia yang deket. Saya sendiri pernah dapet miniatur ‘clog’ atau sepatu kayu/klompen, keramik bunga tulip mini, tempelan kulkas khas Belanda, coklat, permen daaan yang paling sering stroopwafel.

12814761_10205676227685907_878449583488022245_n.jpg

Si stroopwafel ini memang paling sering muncul sebagai oleh-oleh. Kuenya berbentuk bulat, dengan garis-garis kotak khas wafel dan karamel di bagian tengahnya. Rasanya bagi saya terlalu manis. Paling pas dimakannya dengan teh tawar hangat buat ngurangin rasa manisnya. Ukurannya pun bermacam-macam. Mulai dari yang kecil sekali suap sampe yang berdiameter besar.

12507435_10205408224505995_1544616090572927077_n.jpg

Waktu saya punya kesempatan pergi ke Belanda, akhirnya saya tahu kenapa si stroopwafel ini sering dijadikan sebagai buah tangan. Selain memang khas Belanda, harga stroopwafel ini bisa dibilang paling murah diantara oleh-oleh khas Belanda lainnya. Waktu itu di supermarket bandara, harganya ada yang kurang dari EUR 1. Hmmm..pantesan.

Saya sendiri waktu itu beli stroopwafel cuma beberapa bungkus aja. Sisanya saya beli tempelan kulkas (EUR 3 – 5), gantungan kunci model klompen (EUR 2) dan juga kue kecil yang saya lupa namanya. Buat oleh-oleh, saya rasa tempelan kulkas dan gantungan kunci lebih oke meskipun standar. Hahaha. Sebenarnya saya  tergoda beli keju juga. Tapi, kok rasanya ribet. Belum lagi takut kalo pas naek pesawat apakah boleh dibawa atau enggak. Daripada pusing mending nggak usahlah. Toh saya juga sebenarnya kurang suka makan keju. Cuma ngeliat warna dan bentuknya aja jadi gemes trus lapar mata. Hehe.

12391427_10205269230191224_1157361863761780034_n.jpg

11251053_10204120479953186_2812509246682481636_n.jpg

Ada satu lagi oleh-oleh yang jadi favorit pak suami. Teh Pickwick rasa buah-buahan. Si Pickwick ini emang imut-imut pilihan rasa tehnya. Entah ada berapa pilihan rasa, pokoknya banyak banget. Saya kadang sampe bingung sendiri mau pilih rasa apa. Semua pengen dibeli dan dicobain. Mulai dari Sterrenmunt Tea, Fruitvariatie (terdiri dari rasa Zwarte Bes (Blackberry), Citroen (Lemon), Zuidvruchten (sub-tropical fruit), Aardbei (Arbei)), Winter Glow, Zoethout Licorice, Minty Morocco, Apple Pie, Mango, Raspberry, Turkish Apple, Caramel Vanilla, dan masih banyak lagi lainnya. Tuh, ajaib-ajaib kan rasanya. Harganya juga nggak terlalu mahal. Seingatku cuma EUR 1.5.

12373265_10205269229391204_3696897373516483962_n.jpg

Lain pak suami, lain juga si bayi. Kalo dia sukanya coklat meises Belanda merk ‘De Ruijter’. Emang enak sih coklatnya. Harganya juga nggak terlalu mahal sih. Cuma EUR 1.5 kalo nggak salah. Bisa banget dibuat taburan roti atau malah kadang dicemil gitu aja sama si bocah. Yumm!

 

de-ruijter

pic: dutchcouponing.blogspot.co.id

 

 

Nah, ternyata ada banyak pilihan kan buat oleh-oleh yang murah dari Belanda. Sebenarnya masih banyak lagi pilihan lainnya, seperti pensil model bunga Tulip, kartu pos khas Belanda, tatakan gelas, mug dan masih banyak lagi. Cuma, memang semua tergantung budget oleh-oleh kita ya. Selamat belanja, dan jangan lupa kirim ke saya oleh-olehnya *wink

 

11 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s