Posted in My Thoughts

Mengakhiri dan Mengawali Tahun

 

fireworks-574739_960_720
pixabay.com

Selamat Tahun Baru 2017!

Nggak kerasa udah tanggal 9 Januari aja. Suasana di kantor udah mulai rame lagi setelah sempat hampir 2 minggu sepi karena banyak yang ambil cuti akhir dan awal tahun. Saya sendiri kemarin nggak ambil cuti banyak. Cukup 1 hari saja buat nganter si bocah ikut kegiatan di club kembang sebelum taun depan bersiap masuk ke play group beneran. Selain itu saya memang nggak ada agenda kemana-mana. Tahun baru juga cuma kita habiskan di rumah si mbak yang biasa momong si bocah, sambil menikmati ayam dan ikan bakar. Rencana sih dulu pengen ke Bandung, tapi yakin pasti macet dan ramee banget. Jadi ya udahlah. Istirahat dan simpan tenaga aja.

Continue reading “Mengakhiri dan Mengawali Tahun”

Advertisements
Posted in Daily Life, My Thoughts

Violin Day

 

violin-day1-e1447759950832-808x380
pic: here

 

Halo *sambil sapu sapu halaman blog* 

Udah lama banget ga nulis di sini. Cem macem lah yang jadi alasan. Mulai dari kerjaan yang kayak ga ada abis-abisnya, urusan keluarga dan juga ehem, rasa malas.

Lagi pusing mikirin sosial media planning, iseng-iseng browsing, eh ketemu halaman ini dan baru tahu kalo ternyata sekarang itu ‘Violin Day’. Apaan lagi nih hari Biola? Coba baca deh *hihi, gimana sih* Pokoknya intinya hari Biola ini diperingati karena sebagai penghargaan bahwa biola sekarang menjadi instrumen penting di semua musik klasik modern.

Saya sendiri bukan penggemar berat musik klasik  dan yang pasti nggak bisa maen biola. *pukul galon aja fals* Tapiii, saya sukaaa banget ngeliat orang maen biola. Ngedengernya syahdu gitu. Trus di mata saya, orang yang maen biola, entah itu perempuan apa laki-laki kok ya jadi keliatan seksi. Hahaha #berimajinasi

Gara-gara biola ini, dulu saya suka dateng ke Taman Suropati di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Di sana, setiap hari Sabtu dan Minggu ada kelompok musik gitu yang suka latian. Kebanyakan sih memang latian biola. Tapi ada juga yang latihan gitar, saxophone dan harmonika. Salah satu kelompok musik yang saya tahu rutin latian di sana adalah ‘Taman Suropati Chamber’ pimpinan pak Ages Dwiharso. Anggotanya dari mulai anak-anak kecil sampai orang dewasa. Seru deh. Saya suka kagum liat bocah-bocah ini pada semangat dan pinter banget main musiknya.

Saya jadi pengen baby Phoe juga bisa maen biola pas agak gedean nanti 🙂

Posted in Daily Life, My Thoughts

Ayooo Sekolaaahh

Campus Wageningen UR
pic: http://www.wageningenur.nl

Setelah 10 tahun lulus dari S1 dan bekerja, saya tiba-tiba kepengen kembali ke bangku kuliah. Kembali belajar, karena rasanya kok makin ke sini saya ngerasa makin bodoh. Selain itu, saya memang selalu berkeinginan buat sekolah lagi karena setelah bekerja di dunia komunikasi saya jatuh cinta. Padahal pas kuliah pun dulu saya udah ambil jurusan komunikasi. Cuma bedanya, dulu pas kuliah saya nggak ada cinta-cintanya sama jurusan ini. Motivasi milih jurusan ini pun gara-gara saya nggak mau lagi belajar matematika. Diih, nggak banget ya *jangan ditiru. Nggak pernah naruh perhatian penuh ke jurusan yang saya ambil ini. Besok prospeknya mau kerja di mana, mau jadi apa, sama sekali nggak ada bayangan. Saya cuma berusaha kuliah dengan bener, dan nilai nggak jeblok. Pokoknya lulus dengan nilai lumayan bagus.

Continue reading “Ayooo Sekolaaahh”

Posted in My Thoughts

Etika di Toilet Umum

toilet.png
pic: pixabay.com

Saya nih paling suka kalo pergi ke mall dan toilet umumnya bersih, rapi dan wangi. Emang ada? Banyaaak. Apalagi mall-mall gede di Jakarta yang sasaran pasarnya tentu saja kelas menengah ke atas. Udahlah toiletnya gratis, bersih, rapi, wangi, mbak-mbak cleaning service nya pun baik-baik dan sigap. Jaman saya di Surabaya, masuk toilet itu bayar antara Rp. 500 – Rp. 1,000,-. Udah gitu toiletnya kotor, ada genangan air dan tisu bertebaran di mana-mana. Yeek!

Etapi apakah kebersihan toilet cuman tanggung jawab management mall dan mbak-mbak cleaning service? Menurut saya kok enggak ya. Harusnya pengunjung pun ikut menjaga kebersihan dan kerapihan toilet. Caranya? Banyak dong. Ini beberapa contohnya:

Continue reading “Etika di Toilet Umum”

Posted in My Thoughts

PERNIKAHAN SEDERHANA

Saya dan suami dulu berencana kalau menikah tidak ingin bermewah-mewah. Kenapa? Alasannya tentu karena kita tidak punya uang dan tidak ingin merepotkan orang tua. Pernikahan di jaman sekarang ini mahal. Bukan untuk menjadi sah nya, tapi lebih ke seremoninya. Pesan gedung ini, catering itu, undangan ini, souvenir itu, pre wedding ini, video itu, musik ini, baju pengantin itu dan masih sederet pernak-pernik lainnya. Semua itu tentu bisa saja menguras isi dompet yang tidak sedikit, mulai dari puluhan, ratusan hingga milyaran.

Maunya kita menikah dengan biaya sendiri. Lha tapi waktu itu kami benar-benar tidak ada dana. Saya pun sebenarnya kurang suka dengan resepsi pernikahan yang harus bercantik-cantik ria (iya, saya memang kadang ‘berbeda’). Kalaupun ada dananya, jika boleh memilih saya lebih suka menggunakannya buat traveling bersama pasangan atau malah ditabung untuk kehidupan setelah pernikahan.

Continue reading “PERNIKAHAN SEDERHANA”

Posted in My Thoughts

Mengejar Cinta

Waktu masih gadis, untuk urusan cinta, saya pikir saya bukan seperti lazimnya gadis-gadis lain. Jika gadis lain suka ‘dikejar-kejar’ cowok, maka saya kebalikannya. Bagi saya dikejar cowok itu terlalu biasa. Tidak ada tantangannya. Sedangkan mengejar cowok itu lebih seruuu. Itu menurut saya ya. Soalnya (mungkin) menurut beberapa orang itu memalukan. Eh, bahkan untuk cowok yang saya kejar itu juga memalukan. Hahaha.

Jadi ceritanya, saya itu jarang banget jatuh cinta sama orang. Kalo diinget, dari sejak Sekolah Dasar (iyaaa, kamu nggak salah denger kok. Sekolah Dasar = SD), sampai sekarang, saya cuma suka sama hmmm sekitar 5 orang. Pokoknya kurang dari 10.

Continue reading “Mengejar Cinta”